Minggu, 04 November 2012

Masalah - Masalah Pembanguna Arsitektur

Hotel Ryugyong  adalah menara pencakar langit yang pembangunannya masih berlanjut setelah sempat terhenti pada tahun 1992 karena mengalami kekurangan listrik, krisis pangan, dan kesulitan pembiayaan yang dialami oleh Pemerintah Korea Utara. Menara ini akan dijadikan hotel di Sojang-dong, di Distrik Potong-gang, Pyongyang, Korea Utara. Nama hotel ini berasal dari nama bersejarah Pyongyang: Ryugyong. Hotel ini direncanakan bakal memiliki 105 lantai dengan tinggi 330 meter.
Setelah terhenti selama 16 tahun (sejak tahun 1992), Hotel Ryugyong dilanjutkan kembali oleh Orascom Group yang berasal dariMesir Pada September 2008 diumumkan kalau proyek Hotel Ryugyong akan selesai pada tahun 2012, bersamaan dengan ulang tahun ke-100 kelahiran "Presiden Abadi" Kim Il Sung.

Di bawah kepemimpinan Kim Jong-il dan ayahnya Kim il-sung, Korea Utara telah menjadi terisolasi, nasionalistik, dan totaliter. Meskipun menjadi salah satu dari negara termiskin di dunia, negara komunis melihat bahwa pencapaiannya dapat membuatnya populer di mata dunia. Rakyatnya tidak mengetahui apapun tentang bangsa lain kecuali negaranya sendirilah yang benar-benar hebat.
Korea utara menjadi negara paling tertutup sebab siapapun yang berhubungan dengan orang asing dapat dipenjarakan atau lebih buruk lagi. Tetapi ada hal memalukan yang sulit untuk disembunyikan karena besarnya; yaitu Hotel Ryugyong yang bobrok karena


mengalami kegagalan tehnik dan kosong di Distrik Potong Pyongyang yang merupakan ibu kota Korea Utara.
Cerita tentang hotel tersebut berawal pada tahun 1987, ketika pemerintah Korea Utara memulai pembangunan hotel yang diperkirakan menghabiskan dana 750 juta dolar atau 2 persen dari pendapatan bruto negara itu. Sebagai perbandingan, 2 persen dari pendapatan bruto Amerika adalah 220 miliar dolar. Pembangunan hotel tersebut adalah perang dingin terhadap gedung pencakar langit milik Korea Selatan yaitu Hotel Stamford di Singapura. Korea Utara berharap proyek tersebut akan mendatangkan penanam modal ke negara itu. Korea Utara sangat bangga akan proyek itu sampai-sampai mereka menambahkannya ke peta sebelum proyek itu dimulai dan mengeluarkan prangko bertema hotel tersebut sebelum hotel itu setengah jadi.
Hotel tersebut setinggi 330 meter dan rencananya akan memiliki 3000 kamar dan 7 restoran dengan total luas lantai 1,1 juta meter persegi. Hotel tersebut akan menjadi bangunan tertinggi ketujuh di dunia dan bangunan bertingkat lebih dari seratus di luar New York dan Chicago, "apabila selesai".
Acara pertama yang dijadwalkan diselenggarakan di hotel tersebut adalah Pertemuan Pemuda dan Pelajar sedunia. Tetapi acara tersebut diliputi dengan banyak masalah terutama masalah pendanaan dan tidak memadainya suplai listrik ke hotel itu. Setelah itu pembangunan hotel tidak dilanjutkan; dan proyek tersebut ditinggalkan.
Bagian luar hotel tersebut selesai tapi tidak aman untuk dihuni. Campuran semen yang encer telah membuat bangunan tersebut miring sehingga tidak bisa diselesaikan tanpa pembongkaran besar-besaran.
Pemerintah Korea Utara masih mencari pemodal asing dengan harapan mendapatkan sekitar 300 juta dolar. Tentu saja sangat sulit mendapatkannya mengingat Korea Utara memiliki kebijakan yang ketat terhadap kedatangan orang asing. Bahkan wisatawanpun hanya dibatasi sekitar 130 ribu orang setahun dan hampir tidak ada yang datang ke Pyongyang. Untuk membuat keadaan lebih buruk, negara tersebut menerapkan kebijakan bersepeda bagi semua orang yang tentu saja tidak sesuai untuk pengoperasian hotel bintang lima.

SUMBER : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Hotel_Ryugyong
http://selaras.web44.net/hotel.php

DAMPAK PEMBANGUNAN ARSITEKTUR


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
            Dari waktu ke waktu, perkembangan arsitektur semakin pesat dan kompleks. Hal ini terlihat dari ada dan berkembangnya arsitektur baik dari fungsi , estetis, maupun strukturnya.
            Perkembangan arsitektur selalu menuju progres yang lebih baik dari sebelumnya, akan tetapi seiring dengan itu juga akan selalu ada sebuah dampak, baik positif ataupun negatif.
            Hal yang melatar belakangi tulisan ini yakni banyaknya sebuah karya arsitektur yang sia – sia dan tidak terfungsikan dengan baik pasca karya arsitektur mulai dihuni.
Seorang arsitek diwajibkan mampu menganalisa suatu kondisi yang sedang terjadi dalam proyek yang sedang dilaksanakannya. Perlunya mempertimbangkan keadaan alam yang semakin hari semakin terbatas dalam segi lahan dan aspek sosial serta pertimbangan terhadap pengaruh lingkungan menjadi perhatian utama sang arsitek untuk mencari solusi dari semua keadaan untuk mencapai hasil desain yang dapat diterima dari berbagai pihak tanpa mengurangi resiko desain terhadap bangunan lingkup sekitarnya.
Tujuan
Tujuan dari tulisan ini adalah bangunan yang sudah dibangun dapat difungsikan dengan baik dan efektif.







BAB II
TINJAUAN TEORI
Evaluasi Pasca Huni didasari keinginan untuk mengetahui dampak dari desain arsitektur bangunan dalam beberapa periode tahun pembangunannya terhadap penghuninya. Hal ini penting untuk mengetahui performa bangunan yang termasuk didalamnya fungsi dan ketersediaannya fasilitas. Evaluasi pasca huni pada rusunawa di DKI Jakarta adalah untuk mengetahui persepsi penghuni terhadap perkembangan performa desain arsitektur bangunan rusunawa berdasarkan beberapa periode pembangunan. Hasil evaluasi dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk memperbaiki desain rusunawa masa yang akan datang.
Membangun ketahanan adalah kemampuan bangunan untuk terus berfungsi dan beroperasi di bawah kondisi ekstrim, seperti (tetapi tidak terbatas pada) suhu ekstrim, kenaikan permukaan laut, bencana alam, dll Seperti lingkungan binaan menghadapi efek yang akan datang dari perubahan iklim global , pemilik bangunan, desainer, dan pembangun dapat merancang fasilitas untuk ketahanan bangunan mengoptimalkan.
Membangun beradaptasi adalah kapasitas bangunan yang akan digunakan untuk menggunakan beberapa dan dalam berbagai cara sepanjang umur bangunan. Sebagai contoh, merancang sebuah bangunan dengan dinding bergerak / partisi memungkinkan user yang berbeda untuk mengubah ruang. Selain itu, menggunakan desain yang berkelanjutan memungkinkan untuk membangun untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dan kondisi.
             Tujuan dari evaluasi pasca huni untuk :
·         Menghasilkan dasar pertimbangan terhadap desain arsitektur bangunan rumah susun yang sesuai dengan standar pembangunan gedung, kenyamanan penghuni dan optimasi biaya pengelolaan.
·         Meminimalkan permasalahan dan kekeliruan dalam perancangan, sehingga desain dan penggunaan bahan bangunan yang dihasilkan pada masa yang akan datang menjadi lebih baik.
Identifikasi masalah yang dilakukan berdasarkan pengamatan awal terhadap arsitektur bangunan antara lain:
1.      Permasalahan besaran ruang
2.      Permasalahan jenis bahan dan material.
3.      Permasalahan kebutuhan jenis ruang



BAB III
METODOLOGI
Membuat bangunan berkelanjutan dimulai dengan :
o   Pemilihan lokasi yang tepat,
termasuk pertimbangan penggunaan kembali atau rehabilitasi bangunan yang ada.
Lokasi, orientasi, dan lansekap sebuah bangunan mempengaruhi ekosistem lokal, metode transportasi, dan penggunaan energi.
o   Penempatan untuk keamanan fisik merupakan isu penting dalam mengoptimalkan desain, termasuk lokasi jalan akses, parkir, hambatan kendaraan, dan lampu perimeter.
Hal – hal penting yang harus diperhatikan :
·         Optimalisasi sumber energi,
Untuk mengurangi beban, meningkatkan efisiensi, dan memanfaatkan sumber daya
energi terbarukan di fasilitas federal.

·         Penghematan air
Sebuah bangunan yang berkelanjutan harus mengurangi, mengontrol, dan mengobati limpasan situs, penggunaan air secara efisien, dan penggunaan kembali atau daur ulang air untuk digunakan di tempat.

·         Penggunaan material yang ramah lingkungan
Sebuah bangunan yang berkelanjutan dibuat dari bahan yang meminimalkan dampak siklus kehidupan lingkungan seperti pemanasan global, penipisan sumber daya, dan toksisitas manusia. Lingkungan bahan disukai memiliki efek mengurangi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan dan berkontribusi untuk meningkatkan keselamatan pekerja dan kesehatan, kewajiban mengurangi, biaya pembuangan dikurangi, dan pencapaian tujuan lingkungan.












BAB IV

STUDI KASUS


Ada sebuah contoh dampak dari pembangunan arsitektur yaitu :

Hotel Ryugyong Pyong-yang Korea Utara, hotel yang tidak terselesaikan.


BAB V
PEMBAHASAN
Hotel Ryugyong  adalah menara pencakar langit yang pembangunannya masih berlanjut setelah sempat terhenti pada tahun 1992 karena mengalami kekurangan listrik, krisis pangan, dan kesulitan pembiayaan yang dialami oleh Pemerintah Korea Utara. Menara ini akan dijadikan hotel di Sojang-dong, di Distrik Potong-gang, Pyongyang, Korea Utara. Nama hotel ini berasal dari nama bersejarah Pyongyang: Ryugyong. Hotel ini direncanakan bakal memiliki 105 lantai dengan tinggi 330 meter.
Setelah terhenti selama 16 tahun (sejak tahun 1992), Hotel Ryugyong dilanjutkan kembali oleh Orascom Group yang berasal dariMesir Pada September 2008 diumumkan kalau proyek Hotel Ryugyong akan selesai pada tahun 2012, bersamaan dengan ulang tahun ke-100 kelahiran "Presiden Abadi" Kim Il Sung.

Di bawah kepemimpinan Kim Jong-il dan ayahnya Kim il-sung, Korea Utara telah menjadi terisolasi, nasionalistik, dan totaliter. Meskipun menjadi salah satu dari negara termiskin di dunia, negara komunis melihat bahwa pencapaiannya dapat membuatnya populer di mata dunia. Rakyatnya tidak mengetahui apapun tentang bangsa lain kecuali negaranya sendirilah yang benar-benar hebat.
Korea utara menjadi negara paling tertutup sebab siapapun yang berhubungan dengan orang asing dapat dipenjarakan atau lebih buruk lagi. Tetapi ada hal memalukan yang sulit untuk disembunyikan karena besarnya; yaitu Hotel Ryugyong yang bobrok karena


mengalami kegagalan tehnik dan kosong di Distrik Potong Pyongyang yang merupakan ibu kota Korea Utara.
Cerita tentang hotel tersebut berawal pada tahun 1987, ketika pemerintah Korea Utara memulai pembangunan hotel yang diperkirakan menghabiskan dana 750 juta dolar atau 2 persen dari pendapatan bruto negara itu. Sebagai perbandingan, 2 persen dari pendapatan bruto Amerika adalah 220 miliar dolar. Pembangunan hotel tersebut adalah perang dingin terhadap gedung pencakar langit milik Korea Selatan yaitu Hotel Stamford di Singapura. Korea Utara berharap proyek tersebut akan mendatangkan penanam modal ke negara itu. Korea Utara sangat bangga akan proyek itu sampai-sampai mereka menambahkannya ke peta sebelum proyek itu dimulai dan mengeluarkan prangko bertema hotel tersebut sebelum hotel itu setengah jadi.
Hotel tersebut setinggi 330 meter dan rencananya akan memiliki 3000 kamar dan 7 restoran dengan total luas lantai 1,1 juta meter persegi. Hotel tersebut akan menjadi bangunan tertinggi ketujuh di dunia dan bangunan bertingkat lebih dari seratus di luar New York dan Chicago, "apabila selesai".
Acara pertama yang dijadwalkan diselenggarakan di hotel tersebut adalah Pertemuan Pemuda dan Pelajar sedunia. Tetapi acara tersebut diliputi dengan banyak masalah terutama masalah pendanaan dan tidak memadainya suplai listrik ke hotel itu. Setelah itu pembangunan hotel tidak dilanjutkan; dan proyek tersebut ditinggalkan.
Bagian luar hotel tersebut selesai tapi tidak aman untuk dihuni. Campuran semen yang encer telah membuat bangunan tersebut miring sehingga tidak bisa diselesaikan tanpa pembongkaran besar-besaran.
Pemerintah Korea Utara masih mencari pemodal asing dengan harapan mendapatkan sekitar 300 juta dolar. Tentu saja sangat sulit mendapatkannya mengingat Korea Utara memiliki kebijakan yang ketat terhadap kedatangan orang asing. Bahkan wisatawanpun hanya dibatasi sekitar 130 ribu orang setahun dan hampir tidak ada yang datang ke Pyongyang. Untuk membuat keadaan lebih buruk, negara tersebut menerapkan kebijakan bersepeda bagi semua orang yang tentu saja tidak sesuai untuk pengoperasian hotel bintang lima.







BAB VI
PENUTUP
KESIMPULAN
            Dari studi kasus diatas dapat disimpulkan bahwa banyak sekali bangunan – bangunan yang kurang berfungsi dengan baik dan tidak efektif. Tentu saja hal semacam ini memberikan dampak yang sangat besar dalam banyak aspek.
SARAN
            Lewat tulisan ini ingin saya sampaikan bahwa sebuah proyek besar harusnya tidak didasari dengan egoisme yang tinggi dan hanya mementingkan pencitraan semata, karena apabila proyek tersebut mengalami permasalahan atau mungkin kegagalan maka akan sia – sia saja selama ini proyek berjalan, bukan citra baik yang didapat malah akan mendapat citra yang buruk.

SUMBER :

 http://www.angzcommerz.com/product-blog/dampak-pembangunan-rumah-tanpa-melibatkan-pemikiran-seorang-arsitek

Minggu, 14 Oktober 2012


ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN

ASPEK TEKNOLOGI
            Dari masa ke masa, teknologi tidak dapat dipisahkan dari sejarah peradaban manusia. Teknologi merupakan sebuah inovasi menuju pada hal yang lebih baik. Semakin berkembangnya jaman, teknologi juga terus berkembang menyesuaikan dirinya dengan tantangan jaman, dari mulai yang sederhana sampai teknologi yang canggih dan mutakhir.
4marina_bay.jpg            Hampir semua aspek kehidupan telah menerapkan teknologinya masing-masing, termasuk dalam bidang arsitektur. Peran teknlogi dalam arsitektur dinilai sangat vital, hal ini dikarenakan semua proses arsitektur sangat kompleks dan memerlukan adanya inovasi.
            Seiring perjalanan waktu, arsitektur pula telah mengalami bnnyak perubahan dari masa ke masa. Sejalan dengan waktu pulalah teknologi pada bidang arsitektur terus berkembang. Mungkin dahulu manusia masih menggunakan teknologi sederhana dalam membuat bangunan, tapi semakin lama manusia mulai menggunakan teknik yang lebih tinggi.
            Dahulu manusia hidup berkelompok dengan cara berpindah-pindah tempat atau nomaden. Tempat-tempat tertentu yang bisa dijadikan tempat berteduh seperti gua dijadikan tempat tinggal sementara. Mereka mencari makanan dengan cara berburu, setelah makanan habis mereka berpindah tempat lagi dan mencari sumber makanan baru.
            Setelah berabad-abad mencari makanan dengan berburu, manusia mulai berpikir untuk membuat makanannya sendiri, lalu muncullah kebudayan memproduksi makanan atau food producting. Manusia mulai tidak lagi berpindah-pindah tempat., namun hal ini menimbulkan masalah baru yaitu masalah tempat tinggal, karena selama ini mereka hidup di tempat yang sudah tersedia berupa gua. Melihat tantangan seperti ini, manusia mulai berpikir untuk membuat tempat tinggalnya sendiri. Pembuatan rumah dengan teknik sederhana mulai dibuat, dengan alat dan bahan yang sederhana pula, itulah gambaran perkembangan teknologi.       Kehidupan terus berjalan maju dengan tantangan yang semakin kompleks pula, inovasi-inovasi terus lahir akibat adanya tantangan tersebut. Manusia mulai menerapkan teknologi yang lebih maju dari sebelumnya sebagai penyempurnaan atas apa yang telah mereka buat.

Kamis, 05 April 2012

Kasih Ibu Pada Anaknya yang Koruptor



Saury dan Saura adalah saudara kembar. Keduanya adalah anak laki-laki yang dilahirkan di sebuah pedesaan di kaki gunung Gede Cianjur. Sejak kecil mereka memiliki perbedaan yang begitu kontras. Saury adalah sosok penurut dan patuh pada orang tua, semantara Saura adalah seorang anak yang cenderung bandel dan suka membangkang semua pepatah orang tuanya.

Saura gemar melakukan hal hal yang orang tuanya larang. seperti mandi, mencuci tangan sebelum makan dan hal-hal kecil lainnya yang menurut saury ingin untuk dicoba saja. Saura senantiasa melakukan itu hingga dia jera, setelah itu dia tidak pernah melakukannya lagi. Sedangkan Saury adalah sosok anak yang selalu menurut dan patuh terhadap apa yang di pesankan orang tuanya.

Ibarat perbandingan, Saury selalu menjadi contoh terbaik yang biasa di katakan orang tua anak kembar tersebut. Contohlah kakakmu, dia anak baik, rajin dan patuh.” Begitulah perkataan orang tuanya yang selalu membuat Saura tersinggung, marah dan kesal.

Saury lagi… Saury lagi… selalu dia anak yang baik, anak yang rajin…aku bosan mendengarnya…

Seperti itu juga dengan Saura bisa membalas nasihat ibunya. Karena dia merasa tidak nyaman selalu dibandingkan dengan kakaknya. Saura merasa menjadi anak yang tidak diharapkan, karena hampir setiap hari dia dimarahi dan dinasehati. Berbeda dengan kakaknya yang selalu mendapat pujian serta perkataan yang baik. Hingga selalu di contohkan kepada Saura untuk mengikuti sikap baik kakaknya tersebut.
***
Setelah satu tahun lulus SMA, Saura memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Tentu saja itu mendapat larangan keras dari Saury dan orang tuanya. Mereka berfikir bahwa keputusan Saura adalah sebuah kekesalan saja karena sejak kecil hingga saat itu selalu di marahi dan dinasehati. Mereka menganggap bahwa Saura hanya ingin lepas dari kekangan daln larangan saja, karena sering sekali Saura bersikap berontak pada semua aturan yang ada di keluarga tersebut.

Saura ibu melarangmu untuk merantau karena khawatir. Disini saja kamu selalu mencoba melakukan hal-hal yang ibu larang. Ibu takut terjadi sesuatu padamu, semua yang ibu lakukan itu bukan karena pilih kasih dan lebihi menyayangi kakakmu Saury.

Ibu anak kembar itu berkata pada suatu malam di hadapan mereka berdua. Karena sepertinya Saura telah berusaha keras meyakinkan kepada ibunya untuk pergi merantau. Saat itu Saury dan Saura duduk di ruangan tengah mendengarkan ibunya yang berkata setelah menyiapkan makanan kecil untuk mereka berdua. Ditemani teh panas yang hampir setiap malam mereka nikmati bersama.

“Bu, bagaimanapun aku harus tetap pergi untuk merantau. Aku tahu disini juga kita memang tidak kekurangan. Tanah dan harta warisan ayah sudah cukup untuk kita bertiga. Meski tidak berlebihan, kita semua tetap bisa hidup dengan sederhana seperti ini. Tapi aku ingin mencoba mencari pengalaman dan wawasan di luar sana bu, aku tidak bisa terus seperti ini.”

Saura berkata dengan tenang, tidak seperti biasanya yang cenderung emosional dan sukar untuk menerima perkataan ibunya. Sikap Saura itu membuat ibunya diam beberapa saat. Ibunya menatap Saura dengan penuh keseriusan.

“Maafkan ibu, Saura! Ibu belum bisa membuatmu bahagia. Ibu tidak bisa memberikan kalian berdua hidup yang lebih dari ini, tapi inilah yang bisa ibu berikan untuk kalian berdua. Mungkin keadaan seperti ini yang membuat kamu ingin merantau ke kota…”

Tidak, Bu!...

Saura memotong, dia menaikan suaranya dengan nada lebih tinggi dari sebelumnya. Saura kini menatap ibunya, tidak dengan pandangan marah. Dia hanya menatap ibunya untuk meyakinkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan anggapan ibunya tersebut. Saura kini bersiap dengan kata- kata yang akan dia ungkapkan.

Bu, aku selama ini mungkin selalu menjadi anak yang membuat ibu tidak tenang. belum bisa memberikan apapun yang ibu harapkan. Bahkan aku selalu menjadi anak yang menjengkelkan buat ibu. Tapi kali ini, ijinkan Saura merantau, Bu. Saura ingin mencoba menjadi anak yang membanggakan untuk ibu.”

Ibu kedua anak kembar itu menarik nafas panjang. Dia menatap tajam ke arah Saura yang berkata-kata dengan penuh kesungguhan. Terlihat Saura penuh harap untuk mendapatkan ijin darinya. Sehingga ia merasa tenang untuk melepaskan anaknya itu untuk merantau.

Hmm… Baiklah, seandainya ibu ijinkan kamu untuk merantau.Memangnya kamu mau tinggal sama siapa Saura?

Aku akan tinggal di rumah Nasrim, Bu. Dia teman sekelas aku dan Saury waktu SMA di kelas satu. Dia pindah ke kota bersama ayahnya ke Jakarta. Sekarang dia buka warnet, dan aku ditawari bekerja di sana.”

Oooh, Nasrim. Aku sudah lama tidak ketemu dengannya.” Saury tiba tiba berkata sambil tersenyum. Dia mengingat teman sekelasnya dulu.

“Aku sekarang masih sering mengobrol dengannya di Facebook.”

Mendengar obrolan kedua anak kembarnya itu, ibunya tersenyum. Dia merasa tenang dan lega untuk melepaskan Saura. Memang sejak sekolah dulu nilai Saura cukup tinggi untuk ilmu teknik komputer. Mungkin disanalah Saura bisa melanjutkan lagi pengetahuan dan ketertarikannya akan hal itu.

Baiklah Saura, ibu mengijinkanmu untuk merantau. Tapi semua petuah dan nasihat ibu harus kamu ingat di sana ya.”

Saura beranjak dari tempat duduknya, dia menghampiri ibunya yang duduk di atas sofa. Dia bersimpuh dalam pangkuan ibunya. Itu tidak pernah di lakukan selama ini, hingga membuat ibunya tak terasa meneteskan air mata. Saury sepertinya ikut terbawa situasi saat itu, dia terlihat mengusap tetesan air mata yang tanpa dia sadari telah mengalir di pipinya.
***
Sejak kepergian Saura, Saury dan ibunya melanjutkan kehidupan seperti bisanya. Saury membantu ibunya mengurusi gilingan padi dan beberapa sawah peninggalan ayahnya. Saury memang anak yang sederhana dan tidak terlalu ambisius untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dia merasa berkecukupan dan memiliki rasa sosialitas yang sangat tinggi.

Para pekerja yang dahulu bekerja kepada ayahnya kini menjadi pekerja Saury. Mereka menghadapi kehidupan keluarganya dengan penuh keharmonisan. Persoalan dalam kehidupannya tidak lebih dari sekedar permasalahan yang berat dan sulit diselesaikan. Mereka tinggal dengan nyaman di desa kecil berhawa sejuk itu.

Sementara itu kabar dari Saura juga begitu membuat mereka tenang. Saura telah bekerja menjadi penjaga warnet di Jakarta. hampir seminggu sekali Saura selalu menelpon untuk berbicara dengan Saury dan Ibunya. Mereka merasa senang. Walaupun sebetulnya ibu anak kembar itu merasa ingin Saura tinggal berkumpul bersama keluarga saja. Karena sepertinya penghasilan Saura lebih kecil jika dibandingkan membantu mereka bertani di desa. Apalagi menurut Saura biaya hidup di kota lebih mahal.

Kabar baik dari Saura datang. Dia berkata ingin mengirimkan uang, karena dia mendapatkan hadiah dari menulis di media online. Saura bersikeras agar Saury pergi ke Kota Cianjur untuk membuat rekening di salah satu bank. Karena bagaimanapun juga, Saura ingin agar hasil jerih payahnya dapat diterima ibunya.

Saury pokoknya kamu harus pergi ke kota ya. Aku minta tolong kamu buat rekening, biar aku bisa transfer untuk kamu dan ibu.”

Setelah dibicarakan dengan ibunya, akhirnya Saury pergi ke kota cianjur untuk membuka rekening sekaligus membuat ATM. Sehari kemudian Saura telah mentransfer uang ke rekening itu. Saury tidak mengambilnya karena atas kesepakatan dengan ibunya uang itu akan disimpan saja sebagai tabungan.

Saura semakin sering mengirimkan uang. Bahkan setiap bulan dia selalu mengirimkan uang gajinya sebagai penulis di sebuah surat kabar mingguan. Katanya ia telah mendapatkan gaji tetap yang selalu di transfer ke rekeningnya tiap bulan.

Meski demikian, sejak pertama mengirimkan uang. Saury dan ibunya tidak pernah mengambil uang tersebut. Karena keadaan mereka juga tidak terlalu membutuhkan. Saury dan ibunya menyimpan uang itu hanya sebagai tabungan saja. Bahkan mereka berfikiran bahwa jika suatu saat nanti Saura membutuhkannya, Saury dan ibunya akan memberikan kembali uang tersebut.

***

Sudah hampir tiga bulan, Saury tidak pernah mendapatkan laporan melalui SMS di handponnya. Saura tidak mengirimkan uang lagi ke ATM mereka. Saury dan ibunya tidak menanyakan karena memang tidak menginginkan. Tapi keadaan itu membuat mereka cemas, khawatir Saura sedang dalam kesulitan dan membutuhkan uangnya saat itu.

Suatu ketika, saat Saura dan ibunya berbicara dalam telepon, ibunya menanyakan hal tersebut. Kemudian Saura berkata bahwa dia sudah berhenti menulis dan memulai pekerjaan lain yang lebih besar penghasilannya.

“Aku sekarang bekerja mengurusi proyek, Bu. Ini lebih menjanjikan dan mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Tapi lebih sibuk sekarang, pokoknya kalo ibu butuh uang, pakai saja uang yang akutransfer itu. Dan kalau kurang tinggal bilang saja, aku pasti menambahkan”

“Saura, ibu senang mendengarnya. Syukurlah kalau kamu baik-baik saja. Uang yang sudah kamu transfer itu saja belum pernah kami ambil, sebaiknya buat simpanan saja. Karena kami juga merasa sudah cukup dengan penghasilan di sini. Oh iy, tanah Pak Karya yang di sebelah rumah kita itu sudah ibu tanyakan. Dia mau menjualnya dengan harga yang kamu tawarkan itu. Kamu datang saja ke sini. Lagi pula sudah hampir satu tahun ini kamu tidak pulang.”

Iya, Bu. Aku memang berencana pulang minggu depan. Sekalian mau membeli tanah itu.”

Setelah berbicara dengan ibunya, kemudian Saura meminta untuk mengobrol dengan Saury. Mereka adalah anak yang saling menyayangi meskipun dulu semasa kecil dan sekolahnya mereka tidak begitu dekat. Sebab Saura merasa selalu berada di bawah Saury.

Ibu Saury dan Saura itu terlihat tersenyum puas dan bahagia. Melihat tawa kecil dari Saury yang sedang berbicara dengan adiknya. Mata ibu yang berkaca kaca itu adalah karena perasaan bahagia dan senang, bukan kesedihan. Apalagi minggu depan mereka akan berkumpul bersama.

***

Sejak kedatangan Saura bulan lalu, mereka sudah jarang berkomunikasi. Saura memang menjadi sangat sibuk sekarang. Bahkan ketika sedang mengobrol pun terkadang Saura tiba-tiba berhenti dan berkata bahwa akan menelpon lagi. Karena ada tamu atau telepon penting dari rekan kerja danatasannya.

Bu, nanti aku telepon lagi ya. Ini ada Tamu baru datang dari kantor…

Begitulah Saura berkata, padahal pada saat itu sudah jam 08.00 malam. Saura sepertinya menjadi bertambah sibuk. Hingga urusan kantor tidak selesai pada jam-jam istirahat seperti itu. Ibunya hanya mencoba memaklumi. Walaupun sebetulnya dia lebih senang Saura seperti dulu saja. Menulis di dunia maya hingga lebih banyak waktu untuk keluarga.

Saura pernah berkata pada saat itu, ingin kembali kembali ke desa dan membuka warnet, karena di situ pun dia masih bisa bekerja dengan menulis. Tapi sepertinya sekarang keinginan itu tiada lagi. Karena Saura sudah memiliki pekerjaan lain yang sepertinya sangat sibuk. Dan mungkin penghasilannya pun lebih besar dari sebelumnya.

Beberapa kali Saury mencoba menelpon Saura. Namun sudah dua minggu ini tidak pernah berhasil, Saura tidak mengangkatnya. Begitupun dengan SMS Saury yang tidak pernah dia jawab. Hanya pernah satu kali Saura mengirimkan SMS. “Aku sedang sibuk sekali, nanti kalau sudah beres aku telepon”. itulah satu-satunya SMS yang diterima Saury. Itupun beberapa hari yang lalu.

Sudahlah Saury, mungkin dia sedang sibuk. Nanti juga kan biasanya dia yang menelpon kalau sudah santai

Begitulah Ibunya menghibur Saury yang terlihat kecewa karena teleponnya tidak diangkat Saura. Ibunya memang terlihat tidak begitu senang dengan keadaan ini, walaupun Saura mendapat penghasilan lebih banyak, tapi komunikasi saja sudah begitu sulit dia rasakan. Tapi apa daya, memang sebuah kewajiban Saura untuk menyelesaikan semua pekerjaannya. Ibunya hanya berharap Saura mendapatkan kebahagiaan saja.

Bu, lihat!...

Ibu Saura kaget dengan tingkah Saury yang terperanjat dan dengan cepat mengambil remote televisi itu. Saury menambah volume suara televisinya. Dia dengan serius menyimak sebuah berita yang sedang di tayangkan.
Lemas sepertinya ibu Saury dan Saura itu, karena melihat televisi yang menayangkan berita anaknya. Dengan jelas berita itu memberitakan Saury yang terlibat kasus korupsi pembangunan wisma Atlet di Palembang. Saury terlihat diam mematung, dengan pandangan kosong ke arah layar televisi.

Melihat ibunya sudah pingsan karena tidak kuat mengetahui berita tersebut, Saury pun terperanjat dan segera memeluk ibunya. Ia memperbaiki posisi ibu. Membawa ke atas sofa ruangan tengah. Saury merasa sangat terpukul dengan keadaan itu.

***

“Bu, maafkan aku. Aku memang rakus dan terlalu…”

“Sudahlah jangan di bahas lagi..”

Ibu Saura memotong pembicaaan anaknya. Di sebuah ruangan kunjungan penjara itu mereka berbicara. Hari ini adalah tanggal 14 Februari 2012. Mereka yang memiliki istri atau keluarga menginginkan waktu kunjungan di saat itu, karena hari itu adalah hari yang istimewa. Bertepatan dengan perayaan valentine. Hari kasih sayang untuk semua.

“Ibu memaafkanmu Saura. Anggap saja ini sebuah pelajaran untukmu. Mungkin kamu terlalu bebas, sehingga ibu tidak bisa lagi mengetahui apa yang kamu lakukan. Semula, ibu memang sudah merasa tenang dengan pekerjaanmu. Tapi ibu mulai merasakan ada yang lain sejak kamu tidak mengirimkan uang lagi, padahal setahu ibu kamu kan sudah mendapatkan uang lebih besar. Ibu sudah berfirasat lain sejak itu”

“Iya Bu, memang aku waktu itu mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Tapi semunya di dapat dengan cara yang tidak baik. Sehingga aku tidak berani mengirimkannya. Meski demikian, aku bisa menjamin jika uang yang di transfer sebelumnya adalah uang yang halal. Ibu manfaatkan saja uang itu Bu.”

Mendengar kata-kata itu. Ibu Saura terdiam sejenak. Dia masih merasakan bahwa anaknya itu memiliki pendirian dan kasih sayang yang besar. Hanya saja mungkin karena kurang pengawasan, dia bisa melakukan perbuatan yang melanggar aturan tersebut.

“Soal uang itu sejak dulu tidak pernah kami ambil Saura. Biarlah itu menjadi modal awal kamu untuk buka usaha nanti. Tapi ibu minta, dimanapun kamu beradaberusahalah jangan sampai kamu melakukan hal yang tidak baik. Apalagi sampai menggunakan uang rakyat seperti kemarin.”

“Iya, Bu. Terima kasih untuk masih mau mengaku aku sebagai anak, aku sangat menyesal telah mencoreng nama baik keluarga kita. Aku belum sempat membalas kasih sayang dari Ibu. Malahan sudah membuat aib seperti ini. Maafkan aku ya ,Bu….. ”

Tak Ada lagi yang berbicara. Saura menangis di hadapan ibunya. Sementara Saury duduk diam tanpa suara sejak tadi. Mereka ingin sekali memeluk Saura. Hanya saja penjaga lapas itu melarang. Karena tidak boleh ada kontak fisik selama kunjungan tersebut.

Namun sesaat setelah waktu kunjungan selesai, Saura tak kuasa lagi. Dia memeluk ibunya sambil menangis tersedu. Ibunya membalas dengan membelai kepala Saura di pelukannya. Belainya sebagai pertanda kasih sayang ibu kepada anaknya. Tulus dan tanpa pamrih.

Saura tidak melawan ketika penjaga lapas melepaskan pelukan dari ibunya. Kemudian dibawa kembali ke sel tahannya. Sementara itu Saury dan ibunya melihat dengan tetesan air mata yang tak henti mengalir di pipi. Mereka begitu sedih hari itu.

Saura, ibu menunggumu untuk keluar dari sini. Karena kamu masih menjadi anakku yang aku cintai.”

Begitulah kata-kata ibunya yang terakhir. Yang membuat Saura tersenyum beberapa saat. Dia merasa tenang dan bahagia karena ibunya masih memaafkan kesalahannya.


source : http://tersingelisasi.blogspot.com/2012/02/kasih-ibu-pada-anaknya-yang-koruptor.html