Hotel Ryugyong adalah menara
pencakar langit yang pembangunannya masih berlanjut setelah sempat terhenti
pada tahun 1992 karena mengalami kekurangan listrik, krisis pangan, dan
kesulitan pembiayaan yang dialami oleh Pemerintah Korea Utara. Menara ini akan
dijadikan hotel di Sojang-dong, di Distrik Potong-gang, Pyongyang, Korea Utara.
Nama hotel ini berasal dari nama bersejarah Pyongyang: Ryugyong. Hotel ini
direncanakan bakal memiliki 105 lantai dengan tinggi 330 meter.
Setelah terhenti
selama 16 tahun (sejak tahun 1992), Hotel Ryugyong dilanjutkan kembali oleh Orascom Group yang berasal dariMesir Pada September 2008 diumumkan kalau proyek Hotel
Ryugyong akan selesai pada tahun 2012, bersamaan dengan ulang tahun ke-100
kelahiran "Presiden Abadi" Kim Il Sung.
Di bawah kepemimpinan
Kim Jong-il dan ayahnya Kim il-sung, Korea Utara telah menjadi terisolasi,
nasionalistik, dan totaliter. Meskipun menjadi salah satu dari negara termiskin
di dunia, negara komunis melihat bahwa pencapaiannya dapat membuatnya populer
di mata dunia. Rakyatnya tidak mengetahui apapun tentang bangsa lain kecuali
negaranya sendirilah yang benar-benar hebat.
Korea utara menjadi
negara paling tertutup sebab siapapun yang berhubungan dengan orang asing dapat
dipenjarakan atau lebih buruk lagi. Tetapi ada hal memalukan yang sulit untuk
disembunyikan karena besarnya; yaitu Hotel Ryugyong yang bobrok karena
mengalami kegagalan tehnik dan kosong di Distrik
Potong Pyongyang yang merupakan ibu kota Korea Utara.
Cerita tentang hotel
tersebut berawal pada tahun 1987, ketika pemerintah Korea Utara memulai
pembangunan hotel yang diperkirakan menghabiskan dana 750 juta dolar atau 2
persen dari pendapatan bruto negara itu. Sebagai perbandingan, 2 persen dari
pendapatan bruto Amerika adalah 220 miliar dolar. Pembangunan hotel tersebut
adalah perang dingin terhadap gedung pencakar langit milik Korea Selatan yaitu
Hotel Stamford di Singapura. Korea Utara berharap proyek tersebut akan
mendatangkan penanam modal ke negara itu. Korea Utara sangat bangga akan proyek
itu sampai-sampai mereka menambahkannya ke peta sebelum proyek itu dimulai dan
mengeluarkan prangko bertema hotel tersebut sebelum hotel itu setengah jadi.
Hotel tersebut setinggi
330 meter dan rencananya akan memiliki 3000 kamar dan 7 restoran dengan total
luas lantai 1,1 juta meter persegi. Hotel tersebut akan menjadi bangunan
tertinggi ketujuh di dunia dan bangunan bertingkat lebih dari seratus di luar
New York dan Chicago, "apabila selesai".
Acara pertama yang
dijadwalkan diselenggarakan di hotel tersebut adalah Pertemuan Pemuda dan
Pelajar sedunia. Tetapi acara tersebut diliputi dengan banyak masalah terutama
masalah pendanaan dan tidak memadainya suplai listrik ke hotel itu. Setelah itu
pembangunan hotel tidak dilanjutkan; dan proyek tersebut ditinggalkan.
Bagian luar hotel
tersebut selesai tapi tidak aman untuk dihuni. Campuran semen yang encer telah
membuat bangunan tersebut miring sehingga tidak bisa diselesaikan tanpa
pembongkaran besar-besaran.
Pemerintah Korea Utara
masih mencari pemodal asing dengan harapan mendapatkan sekitar 300 juta dolar.
Tentu saja sangat sulit mendapatkannya mengingat Korea Utara memiliki kebijakan
yang ketat terhadap kedatangan orang asing. Bahkan wisatawanpun hanya dibatasi
sekitar 130 ribu orang setahun dan hampir tidak ada yang datang ke Pyongyang.
Untuk membuat keadaan lebih buruk, negara tersebut menerapkan kebijakan
bersepeda bagi semua orang yang tentu saja tidak sesuai untuk pengoperasian
hotel bintang lima.
SUMBER :
http://id.wikipedia.org/wiki/Hotel_Ryugyong
http://selaras.web44.net/hotel.php
SUMBER :
http://id.wikipedia.org/wiki/Hotel_Ryugyong
http://selaras.web44.net/hotel.php
Tidak ada komentar:
Posting Komentar